Bagaimana dampak minuman berkarbonasi bagi kesehatan? Dr. Hyon Choi
dari Boston University melaporkan bahwa resiko penyakit ini bahkan lebih
tinggi di antara partisipan yang menyebutkan dirinya minum dua kaleng
atau lebih minuman bersodan dengan pemanis perhari.
Minuman berkarbonasi diproses dengan penginjeksian gas-gas karbon
dioksida ke dalam minuman, sehingga memiliki penampilan
gelembung-gelembung yang memberi kesan segar. Gelembung-gelembung karbon
dioksida tersebut juga memberi efek kepuasan yang sangat khas bila
dikonsumsi, yaitu rasa menggigit di lidah. Komposisi minuman ringan
umumnya sangat sederhana, terdiri dari 90% air dan sisanya merupakan
kombinasi pemanis buatan, gas karbon dioksida, perasa, pewarna, asam
fosfat, kafein, dan beberapa mineral.
Bagi mereka yang hobi mengkonsumsi minuman berkarbonasi ini maka ia
harus bersiap mengalami kerusakan gigi karena minuman ini akan mengikis
enamel gigi sekuat zat asam yang ada pada baterai.
Klik untuk baca selengkapnya
No comments:
Post a Comment